change to be good

Tahukah kamu? #001

Posted by: hkpiourxcool on: Juli 15, 2009

“Tahukah kamu, apa yang menyebabkan orang-orang masuk neraka Saqor? Karena mereka meninggalkan solat.”

Kata-kata itu jadi sangat menyentuh hatiku tadi malam. Dari banyak ekstrakurikuler yang kuikuti, kebanyakan mereka “tak mendengar” waktu solat. Pernah saat itu, ada pemilihan ketua. Saat itu adalah hari Jumat. Adzan dari masjid Nurul Ihsan sudah berkumandang, tetapi tak satu pun dari mereka yang bergeming. Mereka terlalu asyik dengan kegiatannya. Aku langsung beranjak ke masjid. Tak peduli mau dibilang sombong, atau apa lah. Selain itu juga di organisasi lain, masih di SMAN 2. Kebanyakan dari mereka, ya ninggalin solat. Mulai dari atas sampai bawah. Sehingga dalam setiap organisasi, ketua yang jelas jadi contoh bagi bawahannya, harus mencontohkan dan membimbing bawahannya. Sehingga dalam pemilihan seorang ketua bukanlah hal yang sepele. Pertanggungjawaban seorang pemimpin dan yang memilih pemimpin, pasti akan diminta pertanggujawabannya kelak.

Kaitkata:

Sambutan Untuk Kelas 10 SMAN 2 Cimahi

Posted by: hkpiourxcool on: Juli 12, 2009

Assalamualaikum. Hai semuanya, kami Himpunan Keluarga Pelajar Islam mengucapkan selamat buat kelas 10 yang baru. Insyaallah dengan diterimanya kalian di sini, membuat kalian menjadi lebih berprestasi. Nah sekedar memperkenalkan diri, di SMAN 2 Cimahi ini ada xcool keren, namanya HKPI. Nah kegiatan kita ada banyak, bisa disesuaikan dengan minat dan potensi kalian. Nah karena ini cuma sambutan, silahkan baca kelanjutannya di artikel selanjutnya.

Kaitkata:

Masjid Sepi?!?

Posted by: hkpiourxcool on: Maret 15, 2009

Assalamualaikum. Kabar dari smandaci, bahwa Masjid Nurul Ihsan semakin sepi. Sekarang udah jarang orang solat berjamaah di masjid, udah jarang yang ngerjain PR di masjid, jarang anak-anak yang “nongkrong” di masjid. Pak Agus Salim, guru kimia, mengungkapkan rasa sedihnya kepada anak-anak HKPI, yang waktu itu ada saya Andy, Arfan, Azka, Caesar, Kang Agus dan temen-temen. Haru, memang saya sendiri baru sadar bahwa di masjid sepi. Waktu dulu, awal-awal di smanda, banyak anak-anak ngerjain PR di masjid. Banyak yang makan jajanan ataupun bekal dari rumah di masjid, sehingga suasana di sana lebih ramai dan menyenangkan. Juga pertamakali ada Qiraat, rame banget. Tetapi semakin waktu berlalu, orang-orang itu tak hadir lagi di markas smanda. Memang menjadi hal biasa di zaman sekarang, kalau melihat masjid-masjid. Saya teringat dengan kalimat, “untuk mendapat izin membangun bangunan gereja tidaklah mudah”. Sedangkan kalau membangun masjid, mudah untuk medapatkan izin. Mungkin inilah yang harus diperhatikan, bahwa izin mendirikan bangunan masjid pun harusnya dipersulit. Mengapa? Karena pada hari yang sama, Pak Agus menceritakan tentang kondisi masjid di zaman Rosululloh. Masjid jumlahnya sedikit, tidak banyak seperti sekarang. Dan ukuran masjidnya besar, cukup untuk menampung orang beberapa kampung. Hal ini dilakukan agar tidak terbentuk kelompok-kelompok kecil seperti masjid sekarang, yang bisa menimbulkan konflik. Dan bagaimana bisa bersatu bila pemimpinnya terlalu banyak dan yang dipimpinnya hanya sedikit. Kita harus membenahi tentang rumah Alloh ini. Hal yang harus dilakukan adalah:

Bagaimana caranya meramaikan masjid, bukan membangun masjid.

Kaitkata:

Jadilah Cyber Mujahid!

Posted by: hkpiourxcool on: Januari 12, 2009

Assalammualaikum sahabat muslim sedunia! Kita tahu penjajahan Zionis dan kaum kafir tampak dengan nyata! Mulai dari merampas hak asasi, hak atas tanah air, bahkan hak atas kehidupan muslim dicuri! Kita harus merebutnya kembali. Kita harus mengambil hak kita, jangan pernah memohon atau meminta! Hanya dengan ridho Alloh kita bisa meraih kemenangan. Ayo kita mulai dengan menjadi Cyber Mujahid! Kabarkanlah motivasi kepada kaum muslim, beritakanlah kebenaran pada dunia! Agar mereka bisa mendengar dentuman bom, agar mereka bisa melihat apa yang dilakukan oleh Zionis! Untuk saudara yang punya blog, tuliskanlah yang kau tahu. Untuk yang hobi chatting, beritahukanlah apa yang sedang terjadi.

Tiada kata lagiii… Kami harus kembali!!!

Andy Primawan.

Berdagang Pilihan Tepat!

Posted by: hkpiourxcool on: Januari 12, 2009

Udah tahu belum bahwa dalam Islam, seorang laki-laki sudah harus mampu untuk membiayai dirinya sendiri paling lambat pada umur lima belas tahun? Yah kalau di Indonesia berada di tingkat sekolah menengah atas. Dia harus bisa membiayai sendiri sekolahnya, makannya, dan segala kebutuhannya. Kalau di Indonesia sih masih sedikit yang seperti itu. Dan buat kamu yang sudah mendekati lima belas tahun, umurnya sekarang lima belas tahun, ataupun sudah melebihi lima belas tahun ayo cepat berbisnis! Gak usah pusing dengan modal dan sebagainya. Yang kamu butuhkan cuma keinginan, lalu keberanian! Itu sesuat yang mudah untuk dibayangkan, dan sebenarnya tidak semudah itu! Ayo kita berdagang, mulai saja dari makanan. Mulai dengan makanan yang kamu rasa akan banyak yang membutuhkan. Misalkan nih, kalo kamu seorang mahasiswa dan ke kampus pagi-pagi kamu bisa jualan nasi kuning. Karena kebanyakan mahasiswa tidak sempat sarapan. Juga bubuhi taktik seperti ini: berikan bungkusan nasi kuning ke temen-temen kamu, lalu kamu bilang ke mereka, “Beli nggak beli pegang… Beli nggak beli pegang…”. Saya yakin ada perbedaan dibandingkan kamu nunggu mereka yang menghampirimu. Kalau nasi kuningnya udah ada di tangan, walaupun sudah tekad tidak membeli (saking gak punya duit :D ) mereka luluh juga oleh harum nasi kuning saat perut keroncongan. Ingat, ini cuma contoh. Cari celah yang paling pas di lingkungan kamu! Ayo berbisnis!

 

Diambil dari pengalaman Andrie Maadsa.

Andy Primawan

Kaitkata:

Palestina, Logika Tak Dibutuhkan

Posted by: hkpiourxcool on: Januari 10, 2009

Sudah lebih dari lima puluh tahun bangsa Palestina melawan penjajahan yang dilakukan oleh Israel untuk merebut tanah airnya. Sudah lebih dari jutaan manusia dibunuh. Sudah banyak sekali yang menderita. Sungguh tak masuk di akal! Tak mungkin bisa bertahan tanpa makanan, tanpa air, tanpa tempat tinggal yang aman. Tapi logika adalah pengecualian untuk Palestina. Karena logika sama sekali tidak akan bisa menunjukkan keilmiahannya di depan peperangan ini. Kita tahu tentang Hak Asasi Manusia sejak sekolah dasar. Tercantum bahwa setiap orang berhak atas kehidupannya. Setiap orang bebas untuk hidup dan memelihara kehidupannya. Setiap orang berhak untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap orang berhak untuk mendapatkan kasih sayang. Setiap orang berhak untuk mendapatkan rasa aman! Tapi tidak untuk Palestina. Ini adalah hasil konspirasi besar. Dia tidak tersembunyi ataupun bersembunyi, kita bisa mencium bau busuknya. Kita bisa melihat kejahatannya. Tapi seolah-olah kebanyakan manusia di bumi ini sudah dikendalikan oleh pasukan Yuri yang mengendalikan benak mereka. Dan agen Yuri itu sekarang ada di hampir seluruh rumah di Indonesia. Dia yang bertanduk, bermulut, yang ocehannya selalu didengar oleh yang menatapnya! Dia adalah ahli hipnotis terhebat! Anda pasti sudah tahu Yuri itu. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang? Menyekap Yuri itu, atau mencabut pembuluh nadinya dari dinding? Sungguh logika tidak perlu!

Ingin kami ingatkan sebuah puisi dari Chairil Anwar.

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Sahabat, itulah yang akan kita lakukan! Strategi inilah yang bisa kita lakukan untuk membantu bangsa itu, berperang!

Andy

Kaitkata:

Gagal Itu Biasa

Posted by: hkpiourxcool on: Oktober 4, 2008

“Lebih baik pernah mencoba tetapi gagal, daripada tidak pernah berbuat apa-apa”

[Edgar A. Guest]

Kata pepatah hidup ini nggak selamanya bisa memilih. Adakalanya kita harus rela menerima, sepahit apa pun kenyataannya. Nikmati saja. Nggak usah bingung, nggak usah jadi beban. Anggap saja kegagalan ini bagian dari dinamika hidup. Orang-orang yang lebih sentimentil suka bilang, ini seninya hidup. Duilee.. kedengarannya indah banget ya? Tapi bagus tuh, selain menghibur diri, juga belajar menikmati dengan senang hati terhadap sesuatu yang sebenarnya tak kita inginkan dan tak kita harapkan.

Kamu pernah nggak dapetin angka delapan ngakak alias dapet nilai 3 pas ulangan matematika? Hehehe.. saya sendiri pernah dapet angka “0″. Ini bukan ketawa bangga lho. Tapi berusaha untuk dinikmati saja sambil gondok tentunya. Saat itu saya tentu kecewa berat. Saya sempet down dan nggak mood jalanin hidup. Waktu dapet angka “0″ itu saya masih kelas 1 SD. Nggak seperti anak-anak lain yang lebih rileks meski dapet angka yang kurang bagus, saya malah kecewa karena pasti kena marah ortu.

Begitu nyampe rumah, di luar dugaan ortu saya nggak marah. Ia cuma berkata, “Kamu masih punya harapan esok hari.” Ya, kalimat itu mampu membuat saya tegar. Saya mulai bisa menerima kenyataan bahwa tak selamanya yang kita impikan bisa dengan mudah diraih sesuai rencana dan harapan.

Dalam kondisi seperti ini, yang diperlukan adalah keterlibatan orang lain. Bisa ortu, bisa teman, bisa juga guru kita di sekolah. Sebab, kalo kita punya masalah, maka kita tentunya terlibat secara emosi dan sangat boleh jadi akan sangat berpengaruh kepada tindakan kita. Itu sebabnya, kalo kita lagi punya masalah, bawaannya uring-uringan mulu, bete, nggak enak ati. Kalo dibiarin bisa tambah runyam tuh. Coba deh, kamu bisa lihat bahwa ada orang yang gagal terus kecewa berlarut-larut. Sampe males makan, males belajar, ogah bergaul, dan tak enak tidur. Kayaknya madesu alias masa depan suram deh.

Kondisi yang ‘mengkhawatirkan’ itu, biasanya karena kaget bin shock aja sih. Nggak rela dan nggak terima dengan kenyataan yang dihadapi. Bisa dibilang wajar. Karena tiap orang emang berbeda dalam cara meresponnya. Itu semua bergantung kepada pengalamannya dalam menikmati hidup ini. Bagi mereka yang kurang ‘terampil’ dan selalu lurus-lurus aja dalam hidupnya, maka bisa dipastikan, ia akan kaget berat. Beda ama yang udah biasa “pahit”, ia akan lebih dewasa dan bijak dalam bersikap.

Tapi yakinlah sobat, bahwa kalo kamu menghadapi persoalan sulit seperti itu, jika kamu harus menelan rasa kecewa yang emang pahit itu, nikmati sajalah sebagai bagian dari dinamika hidup kita. Nikmati apa adanya. Jangan ada apanya ya. Yakin saja bahwa kamu bisa lolos dari tekanan itu. Terus terang saja, saya sering lho ngalami peristiwa yang bikin saya kecewa berat. Selain kejadian dapetin angka nol itu, saya masih punya cerita lain. Pengen tahu? Yup, ini sekadar berbagi pengalaman aja ya.

Sobat muda muslim, waktu sekolah dulu, saya bukanlah anak yang pinter-pinter amat. Utamanya waktu sekolah di SMAKBo. Meski waktu SMP prestasi saya dalam bidang akademik nyaris selalu berada di jajaran 5 besar, tapi tidak di sekolah kejuruan ini. Saya memble total. Kecewa? Tentu saja dong. Tapi saya suka menghibur diri, meski rangking di sekolah angkanya kepala 3, saya nikmati saja sambil bilang dalam hati: “Rangking 30-an nggak masalah deh. Toh saya harus bersaing dengan jawara-jawara dari seluruh Indonesia.”

Duileee.. sampe segitunya ya? Ehm, dan prinsip saya waktu itu, ingin pertahankan apa yang selama ini diraih, sambil memperbaiki untuk hari esok. Yakinlah, bahwa kita masih selalu bisa memperbaiki. Jangan takut gagal. Karena kegagalan bukanlah aib. Tapi cambuk bagi kita untuk terus melaju. Ya, anggap saja kegagalan sebagai batu sandungan yang akan memperkaya emosi kita. Siapa tahu “ketahan-malangan” itu akan berguna di masa depan. Yakin saja sobat! Suatu saat kita akan terbiasa, dan terus mencari solusinya.

Rasa kehilangan akan harapan, rasa ketidakpastian, dan rasa kecewa karena gagal meraih harapan kudu kita jadikan sebagai hiasan dalam kehidupan ini. Suatu saat kita bisa menjenguknya, mempelajari dan memahami kenapa bisa terjadi. Itu akan memperkaya batin kita.

Sobat muda muslim, satu hal yang perlu ditanamkan dalam diri kita adalah, rasa pasti bahwa kehidupan ini akan normal kembali, meskipun mungkin dalam beberapa kondisi kayaknya bisa dibilang tak menentu. Tapi yakinlah, itu hanya sementara waktu saja. Ibarat penyakit mah, dalam tahap pemulihan.

Bila kegagalan itu sangat membuatmu patah semangat dan patah hati, cobalah berani untuk membagi kesedihan dengan orang lain. Paling nggak dengan orang yang dekat denganmu. Insya Allah, dengan adanya shoulder to cry on-bahu untuk menangis, kita bisa menumpahkan segala kesedihan, amarah, termasuk emosimu yang lainnya setelah kegagalan itu kepada orang terdekat kita. Meskipun mungkin sangat sulit untuk memulainya. Tapi, cobalah lebih dekat dengan orang-orang yang spesial bagimu; kakakmu, ibumu, ayahmu, guru pengajian, guru di sekolah, atau bahkan dengan teman kamu yang kamu anggap cocok untuk curhat. Insya Allah bisa membantu.

So, jangan pernah terus mengurung diri dalam rasa kecewa yang amat dalam. Gagal itu biasa. Tapi berusaha terus, itu yang luar biasa. Yakin saja, bahwa peristiwa itu akan sirna seiring perjalanan waktu, kepedihan perlahan-lahan akan lenyap sejalan dengan berlalunya waktu. Karena emang kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Oya, kamu juga bakal mengerti bahwa dalam upaya menghadapi sebuah kegagalan, kamu akan menjadi lebih kuat, lebih mudah beradaptasi, dan tentunya akan lebih pede menjalani hidup ini. Teruslah berusaha untuk berhasil. Lupakan kegagalan. Oya, kamu kudu berhenti juga mencari alasan untuk sebuah kegagalan.

Kenapa harus berhenti mencari alasan? Saya menemukan sebuah pernyataan bagus dalam sebuah artikel motivasi yang dikirim seorang teman via e-mail. Di situ disebutkan kalo kamu fokus mencari alasan untuk sebuah kegagalan, kamu bisa temukan berjuta-juta dengan mudahnya. Namun, alasan tetaplah alasan. Ia takkan mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Kerapkali, alasan serupa dengan pengingkaran. Semakin banyak menumpuk alasan, semakin besar pengingkaran pada diri sendiri. Ini menjauhkan kamu dari keberhasilan; sekaligus melemahkan kekuatan diri sendiri. Berhentilah mencari suatu alasan untuk menutupi kegagalan. Mulailah bertindak untuk meraih keberhasilan.

Dalam artikel itu pun dijelaskan bahwa belajarlah dari penambang yang tekun mencari emas. Ditimbanya berliter-liter tanah keruh dari sungai. Ia saring lumpur dari pasir. Ia sisir pasir dari logam. Tak jemu ia lakukan hingga tampaklah butiran emas berkilauan. Begitulah semestinya kamu memperlakukan kegagalan. Kegagalan itu seperti pasir keruh yang menyembunyikan emas. Bila kamu terus berusaha, tekun mencari perbaikan di sela-sela kerumitan, serta berani menyingkirkan alasan-alasan, maka kamu akan menemukan cahaya kesempatan. Hanya mencari alasan, sama saja dengan membuang pasir dan semua emas yang ada di dalamnya.

Kita bisa mencontoh usaha tak kenal lelah Rasulullah saw. yang berjuang 13 tahun di Mekkah untuk menyebarkan Islam. Bukan tanpa kegagalan, tapi Rasulullah saw. selalu dapat bangkit kembali. Perjuangan beliau 10 tahun di Madinah pun, banyak menuai kegagalan. Tapi Rasulullah saw. tak gentar. Dakwahnya yang sering dicemooh kaum kafir Quraisy, beliau jadikan sebagai cambuk untuk terus melaju. Hasilnya? Sampai sekarang Islam menjelma menjadi sebuah kekuatan yang wajib diperhitungkan pejuang ideologi lain. Ayo, kamu bisa sobat![]

—–

Beberapa Tips:

  1. Jangan putus asa. Benar sobat. Nggak perlu untuk putus asa. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya dalam hidup kita. Realistis saja. Ibarat dua sisi mata uang, kalo yang satu adalah kegagalan, maka sisi lainnya adalah keberhasilan. Jadi, masih ada kesempatan untuk mencobanya lagi. Maju terus pantang mundur. Putus asa? “Benci Aku!” (hihihi.. Tessy Srimulat banget neh gayanya!)
  2. Belajar dari kesalahan. Hidup ini penuh dinamika sobat. Kemarin kita boleh gagal. Tapi esok, jangan terulang lagi. Itu sebabnya, pelajari kenapa kita gagal. Mungkin ada kesalahan yang kita lakukan. Nah, pelajari dan perbaiki kesalahan itu. Kamu pasti bisa deh.
  3. Galang dukungan. Nggak usah malu untuk meminta dukungan dari pihak lain. Apalagi jika kekuatannya bisa memperbaiki kegagalan kita. Kita bisa lakukan itu untuk meningkatkan kinerja kita. Jadi gandeng teman, ortu, guru dsb. Oke nggak sih?
  4. Baca biografi orang beken yang sukses dalam hidupnya. Kamu bisa baca kisah para sahabat, dan juga orang-orang sukses jaman kiwari. Siapa tahu bisa tambah bikin semangat. Saya pernah merasakan manfaatnya kok dari membaca kisah-kisah mereka. Cobalah.

Salam,

oleh: O. Solihin Penulis “Bangkit Dong, Sobat”

Kaitkata:

Bagaimanakah Suara Hati Saudara Kita di Papua?

Posted by: hkpiourxcool on: September 12, 2008

Setelah saya menonton sebuah video di youtube, saya jadi teringat betapa seringnya melupakan saudara-saudaraku di sana. Video itu berisikan tentang pandangan saudara-saudara kita di sana, tentang pemerintahan Indonesia. Di sana ada seseorang yang berkata seperti ini, “Setelah sekian lama bersatunya Papua dengan Indonesia, sepertinya hanya penderitaan saja yang didapat. “Mereka” hanya menginginkan kekayaan alam kami saja. Dan istilah pembangunan di dini itu tidak ada, hanya omong kosong saja. Tidak ada pembangunan di sini!”. Begitu tersentak hati ini. Tetapi saya sendiri meragukan akan kebenaran isi hati mereka. Karena yang membuat video-nya bahkan orang asing. Seorang eropa. Apakah ini memang kenyataannya? Ataukah ada suatu rencana di balik semua ini? Apakah karena ada yang ingin menghancurkan persaudaraan bangsa Indonesia? Atau karena agamakah perasaan itu muncul? Atau mungkin ini adalah sebuah rencana yang memang disengaja untuk menghancurkan Indonesia?

Memang benar bahwa mayoritas penduduk di Papua beragama Kristen. Dan selain di sana mayoritas agama Islam. Dan di sini akan saya tuliskan ada juga seorang yang berkata, “Polisi itu digunakan untuk menghilangkan orang-orang Papua. Mereka itu bukannya melindungi kami, malah menyiksa kami!”. Jadi secara tersirat, digambarkan bahwa Islam itu adalah radikal. Tidak memiliki kasih sayang. Tidak melindungi saudara-saudaranya di Papua. Tapi apakah benar bahwa Islam seperti itu? Pada faktanya Islam adalah agama yang kasih sayang. Melindungi yang lain. Tidak menyerang dan memaksa orang untuk menganutnya. Jadi sebenarnya ada apa di balik semua ini?

Kaitkata:

REG (REG, EITS, GUBRAK!)

Posted by: hkpiourxcool on: September 12, 2008

Saat ini layanan konten mobile kian menjamur. Beriklan di media massa, mulai dari televisi, SMS, koran, bahkan internet.Sobat, mungkin semua itu disebabkan oleh makin banyaknya pengguna ponsel di Indonesia. Zaman sekarang ni, bukan cuma orang bisnis aja yang punya ponsel. Anak-anak, tukang beca, tukang ojeg, tukang sayur, rentenir dan tukang-tukang lainnya udah pada punya. Karena harga ponsel sendiri makin murah. Yang baru atau second, pilih aja sobat. Belum lagi tarif komunikasi yang diberikan operator selular di Indonesia, bikin orang tergiur. Dari yang satu perak per sms atau per nelpon, gratis nelpon, dan lain-lain. Gimana gak bikin orang ngiler coba? Tapi dari semua perkembangan positif tersebut, ada juga hal negatifnya. Hal tersebut muncul karena banyak juga pengguna ponsel yang sebenarnya nggakk terlalu butuh buat komunikasi. Sampe suka iseng-iseng terpancing buat nyobain yang namanya layanan konten mobile. Itu tuh yang pake kata ajaib “REG”. Nah apakah sobat salahsatunya? Oke kita mulai ke intinya.

Sebagian besar “korban” layanan konten mobile, merasa dirugikan setelah melakukan “REGITERASI”. Kenapa ya? Karena pulsa mereka tuh “dimalingin” layanan konten mobile. Yang paling murah tuh sehari “kemalingan” dua ribu rupiah. Dan, yang lebih paling parahnya tuh susah banget buat UNREG-nya. Mungkin ini tuh suatu kesengajaan dari penyedia layanan konten mobile.

Ane punya pengalaman buruk ni Sobat. Suatu hari ni, ane lagi di warnet dan punya pulsa delapan ribu rupiah. Nah tiba-tiba keluar pop-up. Di sana tertulis untuk memasukkan nomor hape. Iseng-iseng ane masukkin tuh nomor. Terus ane dapet SMS yang isinya kode PIN buat dimasukkin di pop-up tadi. Langsung aja ane masukkin. Dan jeng jeng jeng….. Ada sms masuk. Terus ane cek pulsa, aaaay! Pulsa tinggakl seribu perak! Langsung aja coba UNREG. Malah dapet SMS, “Maaf kami tidak mengerti pesan yang anda kirim. Ketik UNREG XXXX atau XXX untuk berhenti.”. Gubrak!! Langsung aja hatiku hancur… Wawawaa.Jadi waspadalah terhadap iming-iming layanan konten mobile. Jangan pernah coba-coba ya! Karena kemungkinan besar Sobat harus ganti nomor biar bisa berhenti dari layanan konten mobile. Gunakan pulsa dengan arif.

[Andy Primawan, X9]

Kaitkata:

Matikan Alat Komunikasi Anda!

Posted by: hkpiourxcool on: September 12, 2008

Suatu hari Andy sedang memainkan sebuah game hape barunya di masjid. Saking asyiknya main, secara tak sadar dia langsung berteriak saat dia bisa men-check mate lawannya. Tiba-tiba sepasang mata tajam melirik! Empunya adalah Pak Agus! Guru yang terkenal killer di sekolah! Langsung aja si Andy disuruh lari keliling satu komplek KPAD. Huh langkahnya terasa berat. Setelah selesai dia langsung ke masjid. Lalu Pak Agus berkata, “Apa kamu gak liat tulisan di sana? ‘Mohon matikan alat komunikasi’ ”. Dengan napas ngos-ngosan, dia hanya bisa mengangguk. Pak Agus kembali ke peristirahatannya, pojok kanan shaf kanan. Dengan inisiatif Andy langsung menonaktifkan hape-nya. Tak lama muncul Budi, teman sebangkunya di kelas. Ancang-ancang duduk di sebelahnya dan saling menyapa bagai saudara bebek yang lama tak bertemu. Lalu mereka ngobrol tentang siswa baru, pindahan dari Manado. Semakin lama percakapan menjadi panas. Lalu Budi berkata, “Eh tau gak, bahwa sebenarnya dia tuh masih jomblo?”. Dengan wajah antusias Andy membalas, “Apaaa???”. Wajahnya sumringah seperti orang baru dapat kejutan. Tanpa disangka-sangka, ternyata Pak Agus yang lagi duduk di kandangnya mendadak geram. Lalu berkata, “Kan sudah saya bilang, matikan alat komunikasi!”. Itulah yang keluar dari bibirnya, hanya itu.

Hikmah: Ternyata alat komunikasi itu bukan Cuma hape atau telepon. Sering kita tidak sadar bahwa Sang Pencipta telah memberikan kita mulut sebagai alat komunikasi. Pertanyaannya, apakah kita pernah/sudah bersyukur untuk mulut?

[Andy Primawan, X9]

Kaitkata:

Blog Stats

  • 1,459 hits
Assalamu'alaikum sahabat semua... Terimakasih telah mengunjungi Blog kami...

 

Mei 2012
S S R K J S M
« Jul    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Arsip

Pilih Kategori

RSS belajaritukeren.co.cc

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.